Pemerintah RI Harus Lebih Aktif Menghentikan Kekerasan di Suriah
Jakarta – Aliansi Solidaritas Pemuda Indonesia untuk Demokrasi Suriah yang terdiri dari Gabungan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pemuda PUI, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), dan Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Jakarta, Jum”at (10/2) kemarin, melakukan aksi demo damai dengan berjalan kaki (long Mars) dari depan Parkir Selatan Masjid Istiqlal Jakarta. Sebanyak 200 massa itu long mars menuju Kementerian Luar Negeri.
Mereka menyampaikan pernyataan sikap untuk menghentikan pembantaian di Suriah. Aksi itu berakhir di depan Kedutaan Suriah Jakarta Pusat.
“Hentikan pembantaian, hadirkan demokrasi di Suriah,” demikian teriak Koordinator Lapangan (Koorlap) aksi Noval Abuzar.
Para demonstran membacakan dua pernyataan sikap. Pertama, mengajak seluruh Kaum Muslimin dan rakyat Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas dan mendoakan rakyat Suriah yang dizholimi oleh pemerintahannya sendiri. Kedua, mendesak pemerintah Indonesia, khususnya Kemenlu untuk berperan secara aktif menciptakan demokrasi di Suriah. Caranya dengan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi serta meminta negara-negara OKI memboikot Suriah.
Saat ini rezim di bawah Komando Presiden Bashar Al Assad telah melakukan pembantaian terhadap rakyatnya sendiri. Sementara Indonesia sebagai negara muslim terbesar, menurut demonstran, dinilai belum mampu memainkan peranan politiknya secara aktif.
Sumber: www.lensaindonesia.com








