Pernyataan Sikap Gerakan KAMMI Peduli Jakarta

Gerakan KAMMI Peduli Jakarta

Hari telah berganti dengan hari, tetapi kondisi jakarta tidak berubah. Pergantian pemerintahpun sudah berulang kali, tetapi tetap tidak ada perubahan. Lima tahun sudah jakarta berjalan dan tidak ada perubahan yang signifikan. Apa lagi yang masih kita tunggu dan kita harapkan dari pemerintah jakarta sekarang?

Kondisi jakarta kekinian memang semakin memburuk. Kondisi yang memburuk ini ibarat makanan bagi masyarakat jakarta. Karena Masyarakat menikmati kondisi tersebut setiap hari sebelum mereka mulai untuk beraktifitas hingga malam sebelum mereka tidur.

Baru saja masyarakat akan beranjak keluar dari rumah, sarapan pagi berupa kemacetan sudah menunggu. Kemacetan saat ini tidak hanya menjadi sarapan, tetapi sudah berubah menjadi konsumsi wajib bagi masyarakat jakarta. Hampir sepanjang waktu siang masyarakat menikmatinya, dan hampir di sepanjang jalan di Jakarta masyarakat mengkonsumsinya. Memang tidak bisa dipungkiri kemacetan sudah menjadi makanan primer masyarakat jakarta.

Selanjutnya, kondisi masyarakat jakarta yang dianggap kaya raya perlu dipertanyakan juga. Secara kasat mata terlihat masyarakat jakarta merupakan kaum perlente. Tetapi ketika mencari dan mengeksplorasi lebih dalam, maka anda akan menemukan menu makanan baru ala jakarta, yaitu kemiskinan. Masih sangat banyak penduduk miskin di jakarta.

Dalam data BPS jakarta yang dimuat di dalam situs jakarta.bps.go.id, jumlah penduduk miskin di jakarta itu mencapai 339.600 orang. Perlu di ingat, ini adalah penduduk yang terdata, sedangkan penduduk yang tidak terdata lebih dari itu. sungguh menyedihkan rupa ibu kota indonesia ini, terlihat gagah dari luar namun sangat bobrok sekali kondisi perekonomian  masyarakat di dalamnya.

Masih terus menikmati hidangan makanan ala jakarta. Beberapa titik di jakarta masih saja terendam oleh banjir. Lokasi-lokasi tersebut seolah-olah tidak pernah di perhatikan oleh pemerintah atau malah mungkin pemerintah tidak pernah memikirkannya. Lanjut pada menu selanjutnya yaitu kriminalitas. Jakarta yang notabanenya ibu kota negara indonesia masih memiliki tingkat kriminalitas yang sangat tinggi. Coba kita perhatikan media lokak apapun itu, pasti hampir tiap hari memberikan pemberitaan tentang kriminalitas di jakarta, seolah-olah kriminalitas di jakarta tidak ada habisnya.

Masih sangat banyak lagi menu yang akan dinikmati masyarakat jakarta ketika kita membahasnya secara menyeluruh. Hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak kelalaian yang dilakukan oleh pemerintah jakarta dan masyarakat jakarta itu sendiri. Karena memang kedua komponen ini harus sama-sama bagus dan saling bersinergi agar kehidupan masyarakat di jakarta bisa menjadi masyarakat yang madani.

Sehingga Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Jakarta Menyatakan sikap atas kondisi ini,

  1. Mengajak masyarakat Jakarta untuk sama-sama peduli terhadap permasalahan Jakarta, karena Jakarta adalah milik kita bersama.
  2. Meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya untuk lebih fokus dan serius dalam menangani permasalahan Ibukota.

Demikian Pernyataan sikap KAMMI Daerah Jakarta, semoga kondisi masyarakat di jakarta bisa lebih maju dan menjadi lebih baik.

Hidup Masyarakat Jakarta!

 

DKI Jakarta, 15 Februari 2012

Ketua Umum KAMMI Daerah Jakarta

Ni’amu Robby Fie Dhuha, S.Ei.

Cp :

Muhammad Kalim Siddiqi (081287790370)

Riyan Fajri (081368870102)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>